Wednesday, October 15, 2014

SENIMAN MULTIMEDIA SPANYOL BERNARDI ROIG (LAHIR 1965)

7777777
Tiga hari lalu aku ke museum The Phillips Collection lagi di Washington DC.
Ada pameran sangat menarik di sana. Nama perupanya adalah Bernardi Roig. Ia masih cukup muda. Usianya baru 49 tahun.
Ada sebuah ruangan di dalam museum itu, dan di dalamnya banyak karya seni terpampang di dindingnya. Masalahnya adalah: ruangan itu tidak dapat dimasuki, karena ada sebuah patung manusia besar berdiri persis di pintu masuknya[lihat foto]. Maka kita hanya bisa melongok dari luar ke dalam ruangan itu dengan perasaan resah disebabkan keberadaan patung itu dan ekspresi wajahnya.
Ada juga sebuah karya yang dipajang di dinding luar museum. Aneh dan unik! Tapi sungguh menarik.
Mari kita lihat karyanya yang lain...
Apa pandangan kalian terhadap karya-karyanya ini? Kusertakan juga sebuah artikel dalam bahasa Inggris. Perlu kuterjemahkan? 
Selamat menikmati. Semoga teman-teman PUAS. 
ydb, washington dc, usa, 15.10.2014
berpikir itu nikmat.
jaga bara!
7777777
____________
Bernardí Roig (* 1965 in Palma de Mallorca , Mallorca ) is a Spanish sculptor and multimedia artist.
Bernardi Roig (lahir th.1965 di Palma de Mallorca, Mallorca) adalah pematung dan seniman multimedia dari Spanyol.























KARYA SENI DAN PERTANYAAN YANG TEPAT

7777777

KARYA SENI DAN PERTANYAAN YANG TEPAT

Pertanyaan yang mesti diajukan pertama-tama atau terlebih dahulu ketika berhadapan dengan sebuah karya seni adalah: ADAkah ISI atau MUATAN dalam karya itu?

Pertanyaan berikutnya: Apa kira-kira isi dan muatan karya tersebut?

Pertanyaan berikutnya: Jika memang karya itu ada isi atau muatannya, berkualitaskah ia? Seberapa berartikah isi dan muatannya baik bagi sang seniman maupun bagi manusia lainnya? 

Pertanyaan selanjutnya: Jika memang isi dan muatan karya itu bermutu, apakah isi dan muatan itu disampaikan dengan kualitas seni yang baik dan indah pula? Apakah kualitas pesan dan kualitas penyampaiannya berimbang?

Pertanyaan berikutnya: Karena karya seni adalah ekspresi dan cara berkomunikasi si seniman, maka berhasilkah dia dalam berekspresi itu? Terjadikah komunikasi atau dialog yang baik dan bagus antara si seniman melalui karyanya dengan para penikmat karya tersebut?
Dengan kata lain: sampaikah pesan atau ekspresi sang seniman kepada penikmat karyanya?

Pertanyaan berikutnya: Akan meningkatkah taraf kemanusiaan orang setelah menikmati karya tersebut? Apakah nilai-nilai yang terkandung dalam karya tersebut akan lebih meninggikan harkat kemanusiaan manusia yang menikmati karya tersebut?

*


ydb, washington dc, usa, 15.10.2014
berpikir itu nikmat.
jaga bara!

7777777

SENIMAN TANPA KARYA SENI BUKAN SENIMAN

7777777


Berkarya bagi seniman semestinya merupakan kebutuhan esensial, sebagaimana perlunya makan, minum dan tidur bagi manusia pada umumnya.

Apabila seseorang yang menganggap dirinya seniman tidak merasakan kebutuhan itu, dan dia dapat hidup terus tanpa berkarya selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, maka kesenimanannya perlu diragukan. Boleh jadi dia sebenarnya bukan seniman.

Seniman tanpa karya seni bukanlah seniman, menurutku.

*

ydb, washington dc, 15.10.2014

berpikir itu nikmat.
jaga bara! 

7777777

Tuesday, October 14, 2014

SAJAK PUNCAK (2014)



7777777

SAJAK PUNCAK (2014)

Maaaaa...!
Dah kucapai puncaknya,  Ma!
Kini awan di atas ubunku.
Bulan  dalam jangkauku.
Langit dalam tumbukku.
Yeaaaah!

Meledak gunung lain dalam dadaku.
Laharnya lelehi perut dan tungkaiku.
Genangi ujung jari kakiku.
Merah baranya nyalakan genggamku.

Luka di tlapakku, bunga di hatiku.
Dingin di kudukku, panas di darahku.
Angin menampar mukaku.

Maaaaa...!
Kukibarkan benderamu.
Yang kau titipkan semasa hidupmu.
Aduhai.
Manjur sangat obatmu.
Ampuh lagi doamu!

Aku cinta padamu, Ma!
Di manapun kau berada.
Di sorga yang mana.
*
ydb, wdc, usa, 03.04.2014

7777777

KARYA YANG DIBUTUHKAN


7777777

Buatlah atau hasilkanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, baik oleh jasmani maupun rohani, baik oleh tubuh maupun oleh pikir dan rasa, maka orang-orang yang membutuhkan sesuatu itu akan "mendatangimu", bahkan orang-orang yang tidak menyukaimu. Musuhmu sekalipun!
Orang akan mencari buah tangan, pikir dan rasamu, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Mereka akan ingin memiliki karyamu, yang mungkin saja tidak bisa mereka dapatkan di tempat lain karena keunikannya.
Ini termasuk: tulisanmu.
Mereka pun akan rindu membacanya dari waktu ke waktu.


*
ydb, washington dc, usa, 14.10.2014
berpikir itu nikmat.
jaga bara!

7777777





SENIMAN, KARYA SENI, DAN KE[TIDAK]ADILAN

7777777
Seorang seniman harus berlaku adil terhadap karya seninya.
Seniman sejati memberikan kepada karya seninya hanya apa-apa yang menjadi haknya. Seluruhnya. Tidak melebihkan dan tidak mengurangi. 
Hanya dengan begitulah sebuah karya dapat dianggap selesai.
Karya seni hanya rindu menjadi dirinya seutuhnya. Sesempurnanya.
Seniman yang memberikan apapun yang bukan hak karya seninya, sama dengan telah melakukan korupsi. Dan korupsi adalah perbuatan dan wujud ketidakadilan.
*
ydb, washington dc, usa, 14.10.2014
berpikir itu nikmat.
jaga bara!
7777777


REVOLUSI PEMIKIRAN DULU!

7777777
Revolusi Pemikiran dulu!
Revolution of Thought first!
*
YDB, Washington DC, U.S.A., 19-08-2014
Salam Damai dan Kasih untukmu Semesta!
Jaga Bara!

7777777




*******

Dicky Tjandra: Bukankah revolusi Perasaan dulu Yuno Delwizar Baswir!!!!!!!....


Yuno Delwizar Baswir: Bang Dicky, revolusi pemikiran!...jika abang dan dunia ingin berubah menjadi lebih baik, brilliant, dahsyat, dan kreatif.


Dicky Tjandra: Tidak mungkin kita mau memikirkan sesuatu kalau masalahnya belum sampai kita rasakan bahwa itu perlu dipikirkan!.........he he he.......


Yuno Delwizar Baswir: "Semua orang" sudah merasakan masalah mereka dan akibat dari masalah mereka. "Semua orang" sedikit atau banyak sudah memikirkan masalah mereka. Bukan itu persoalannya. Persoalannya adalah bahwa yang sering terjadi adalah tidak adanya PEMIKIRAN yang DAHSYAT yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah yang ada sehingga menghasilkan PERUBAHAN yang signifikan yang berbuah perbaikan.....baik perbaikan hidup maupun perbaikan karya!


Dicky Tjandra: Aku cuma melihatnya secara sederhana aja!!!!!!!........Kalau itu dianggap gak cocok!!!!!!!......ya gak pa pa...........


Yuno Delwizar Baswir Bukan cara melihat secara sederhana atau secara rumit yang saya persoalkan. Yang kita sangat butuhkan -menurut saya- adalah revolusi pemikiran. Kita membutuhkan BUAH AKAL yang dahsyat, hebat, cemerlang!


Dicky Tjandra: Ya tentu saja membutuhkan itu semua!!!!!!!....tapi awal kita ingin memikirkan sesuatu, karena kita merasakan ada sesuatu yang perlu dipikirkan. Dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki oleh akal budi dan pikiran kita......maka kita menemukan pemikiran yang harus dilakukan untuk keluar dari permasalahan yang ada.........


Yuno Delwizar Baswir: Pada saat menghadapi masalah, setiap orang, bahkan setiap bangsa, menginginkan perubahan. Masalah tak akan teratasi dengan pemikiran tak bermutu akibat kepicikan, kurangnya pengetahuan, kemalasan, kemandekan, kengganan, dlsb.


Yuno Delwizar Baswir: Persoalannya bukan lagi ingin atau tidak ingin "memikirkan" sesuatu. Masalahnya sudah ada dan di depan mata! Otak pun sudah memikirkannya.

Pertanyaannya adalah: Pemikirannya baru, kreatif, hebat dan dahsyat tidak?


Dicky Tjandra: Masalah yang dihadapi itu sebelum dipikirkan apakah tidak dirasakan terlebih dahulu!........ Selanjutnya dipikirkan dengan penalaran yang berkualitas tentunya untuk mendapatkan solusi yang membawa ke jalan keluar untuk lepas dari persoalan.........


Yuno Delwizar Baswir: Kita - termasuk bangsa kita - termasuk seniman - SUDAH KENYANG MERASA dan MERASAI! Bukan itu lagi yang perlu kita lakukan!


Dicky Tjandra: Ada yang perlu dirasakan.......setelah itu dipikirkan kan!!!!!!!!.......Otak manusia aja ada dua..kiri &kanan. Otak kanan lebih intuitif.....Otak kiri lebih rasional. Mereka selalu bekerja sama untuk mencari solusi bagi kehidupan manusia........mereka adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam melakukan pekerjaannya dalam mengatasi persoalan raga yang ditempati.......


Yuno Delwizar Baswir: Kita tahu itu.

Bang Dicky sudah menyebut kata itu, yaitu SOLUSI.

Pertanyaannya adalah: Apa, atau tindakan apa, yang akan menghadirkan solusi yang kita butuhkan itu?


Yuno Delwizar Baswir: APA yang akan mendobrak kemandekan atau kebuntuan kreatifitas seorang seniman, misalnya?


Yuno Delwizar Baswir: APA yang akan menghentikan koruptor korupsi?


Yuno Delwizar Baswir: APA yang akan mengubah perilaku seseorang atau sebuah bangsa?


Dicky Tjandra: Tentu kalau ditanya solusi tentu saja jawaban solusi itu selalu jamak!!!!!!.........artinya tergantung kwalitas manusianya. Disinilah kita bisa melihat kwalitas karya yang satu melebihi yang lain (maksud saya tdk dari segi teksnya.......tapi kontennya)........Disitulah fungsi seni bisa berjalan buat kepentingan manusia. Mungkin dia tdk mau korupsi karena budinya sdh dididik oleh seni.........


Yuno Delwizar Baswir: APA yang membuat seorang pelukis atau pematung tidak hanya mengulang-ulang membuat karya2 lamanya yang pernah "sukses"?


Dicky Tjandra: Kesenian sangat berperan dalam mengubah prilaku manusianya!!!!!......


Yuno Delwizar Baswir: Hampir sampai kita...


Dicky Tjandra: Mungkin ada yang mengulang-ulang...tapi ada [juga] yang tidak. Tidak bisa dipukul rata...........Disinilah perbedaan pikiran masing2 yang berbeda itu...


Yuno Delwizar Baswir:Biarkan fakta berbicara.


Dicky Tjandra: Kalau jaman kita di ASRI dulu pengulangan itu dianggap ciri khas!!!!!!...tapi itu kan omong kosong.......ketika kita menyadari yang namanya gagasan pada Postmo sekarang. Jaman dulu mungkin benar....tapi sekarang gak cocok lagi....


Yuno Delwizar Baswir: Apa yang membedakan manusia dari makhluk selebihnya yang ada di alam semesta ini?


Dicky Tjandra: Masing2 seniman sdh membuat fakta buat dirinya masing2!!!!!......biarkanlah jaman menilainya....


Dicky Tjandra: Apakah dia mewakili jamannya atau tidak!!!!!!!!!........biarlah fakta berbicara............


Yuno Delwizar Baswir: Saya, Bang Dicky Tjandra, si Anu dan si Ani, juga si Ono ADALAH JAMAN ITU! Kita bisa, sah dan berhak memberikan PEMIKIRAN kita! Pemikiran yang bermutu, kalau bisa hebat dan dahsyat.


Dicky Tjandra: Yang merusak kesenian (seni rupa di Indonesia) sekarang adalah pasar........ketika pasar mendapat legitimasi pemerintah dari sisi ekonomi......padahal kesenian penuh dengan muatan nilai2 yang menyangkut kehidupan manusia Indonesia dan Budayanya. Tapi semua itu dikesampingkan........Ekonomi yang terpenting........


Yuno Delwizar Baswir: Sekali lagi saya katakan: Kita membutuhkan REVOLUSI PEMIKIRAN.


Dicky Tjandra: Silahkan Yuno Delwizar Baswir........itu hak inteletual kamu!!!!!!!!!........tapi aku berbeda!!!!!!!............dan itulah analisis aku.......namanya apa terserah.........


Dicky Tjandra: REVOLUSI MENTAL..........


Dicky Tjandra: hahahahahaha!!!!!!!....bukan berarti Jokowi.........tapi pemikiran aku searah.........


Yuno Delwizar Baswir: Revolusi Pemikiran dulu!


Yuno Delwizar Baswir:


Yuno Delwizar Baswir:Kok bang Dicky Tjandra tidak mengatakan:"Perasaan aku searah....."?


Dicky Tjandra:Kan itu hasil dari kondisi yang dirasakan yang bermuara pada tercetusnya pemikiran untuk dilakukan!!!!!!!..........


Yuno Delwizar Baswir: Rasa sudah melimpah. Yang langka adalah Pemikiran Jenius yang Mampu Mengubah.....Mampu Menyembuhkan keadaan.....Mampu Mendamaikan konflik.......Mampu Membuahkan Karya yang Dahsyat Hebat...


Dicky Tjandra: Ok lah!!!!!!!.......


[19 Agustus 2014]


SENIMAN, JIWA, DAN JANJI SETIA

7777777
Seorang seniman sejati sesungguhnya terikat janji setia dengan jiwanya.
Apabila seorang seniman benar-benar jujur pada dirinya dan ekspresinya, maka wujud karya seni yang dibuatnya akan menghambakan diri hanya kepada kemurnian ekspresi tersebut, yang berarti kepada jiwa dan diri sumber ekspresi itu. Karya seni tersebut akan mewujud sebagaimana seharusnya ia mewujud, tak tercemar. Karena 'keindahan' hanyalah ingin menjelmakan dirinya semurni-murninya dan seutuhnya.
Seseorang dapat mencemari ucapannya dengan kebohongan, misalnya. Demikian pulalah dengan seniman. Ia pun dapat menodai atau bahkan melukai ekspresinya.
Sebagaimana halnya sebuah wajah, karya seni pun dapat dipolesi "bedak" dan diberi "gincu" yang tidak perlu, karena pertimbangan ini dan itu, termasuk supaya mudah terjual atau laku.
*
ydb, washington dc, usa, 14.10.2014
salam damai dan kasih untukmu semesta
jaga bara!

7777777




Monday, October 13, 2014

SURAT SENI BERSEJARAH YANG TAK JADI KUKIRIM

7777777

Hari ini, barusan, ketika aku sedang membongkar sebuah kotak di kamarku untuk mencari buku kumpulan puisi mas WS Rendra, aku menemukan sepucuk surat yang cukup mengejutkanku. Surat itu bertulisan tanganku, bertanggal 23 Oktober 1991, dan ditujukan kepada perupa-perupa yang hari ini sudah sangat dikenal. Mereka adalah teman-teman sekuliahku di jurusan seni lukis di STSRI ASRI dulu(sekarang ISI). Mereka adalah Eddie Hara, Heri Dono dan Ivan Sagito.
Surat itu terlipat rapi, dan tidak jadi terkirim. Lho, mengapa?
Kubaca lagi surat itu dengan rasa terpesona.
Ternyata surat itu belum selesai. Ia terputus di tengah jalan.
Mungkin itulah sebabnya surat itu tidak jadi kukirimkan. Entahlah.
Wallahualam. :)

Isi suratnya sebagai berikut:

Washington, D.C.
10.23.91

Yth. Eddie Hara, Heri Dono, Ivan Sagito,

Salam,
Apa kabar? Aku di Amerika ada baik-baik saja. Aku gembira sekali dapat bertemu dengan Mella hari ini (di The Phillips Collection Museum - tempat aku bekerja sebagai Museum Assistant)
Pameran Seni Lukis Indonesia yang di California tidak sempat sampai di Washington, DC. Aku kecewa sekali.
Tapi ada pameran lukisan dalam skala yang lebih kecil di International Monetary Fund Building [IMF] di Washington DC. Aku bahagia sekali bisa dapat melihat lukisan-lukisan Ivan(2), Heri(1), Pak Nyoman Gunarsa(2) dan pelukis-pelukis lainnya.
Ivan, Heri dan Eddie, aku ucapkan selamat atas kesuksesan kalian.

Aku masih terus melukis. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini aku bisa berpameran.

Eddie, bagaimana lukisanmu sekarang? Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Apa kabar?
Aku bertemu dengan Pak Nyoman di Washington, D.C. Dari dia aku dapat sedikit berita tentangmu.
Katanya kau tidak sempat menyelesaikan kuliahmu.

...................................................................................

*
ydb, washington dc, usa, 13 oktober 2014
salam damai dan kasih untukmu semesta
jaga bara!

7777777






SAJAK KEPADA NENEK [INDONESIA] (1994)

7777777
SAJAK KEPADA NENEK [ INDONESIA ]

*
ydb, washington dc, 13 oktober 2014
salam damai dan kasih untukmu
jaga bara!

7777777