Sunday, May 22, 2016

Keyakinan seniman

7777777
-
Pada akhirnya, lukisanmu adalah apa yang ingin kau lihat ada di atas kanvasmu. Apakah orang lain menyebutnya seni atau bukan, itu tidaklah relevan.
-
Seorang seniman wajib teguh memegang keyakinannya.
-
ydb, washington dc, 21mei2016
jaga bara!
-
7777777

Friday, May 20, 2016

Seniman seperti saintis

7777777
-
Seperti saintis, seniman juga melakukan penelitian. 
Seniman meneliti yang tampak dan juga yang tak tampak. Mereka meneropong lubuk jiwa mereka. Dan karya mereka adalah refleksi dari temuan mereka.
-
ydb, washington dc, 19mei2016
jaga bara!
-
7777777

Besok?

7777777
-
Hari ini ya.
Besok?
ydb, washington dc, 19mei2016
jaga bara!
-
7777777

Sajak Engkau

7777777
-
begitu besarnya engkau
begitu nyaring bisikmu
di mana-mana tanda kau hadir
di tiap sudut warnamu
tetap pembatas di antara kita
kau selalu di belakang tabir
sampai akhir
-
ydb, washington dc, 10may2016
jaga bara!
-
7777777

Sunday, May 1, 2016

Perubahan, Pembaruan dan Kebaruan dalam Seni

7777777
-
Suatu hari nanti, aku harap, para seniman Indonesia akan sampai pada puncak rasa tidak puas dan rasa tidak nyaman dengan keadaan yang ada. Pada saat puncak itu, mereka akan merasa sangat dipinggirkan, tertinggal, terhadang, tersudut, terhimpit dan tertekan. Mereka merasa hilang. Mereka menjadi sangat gelisah karenanya. Mereka menjadi sangat marah oleh keadaan.
Lalu timbul kesadaran dalam diri mereka. Mereka ingin memberontak. Rupa asli mereka tiba-tiba tampak. Jati diri mereka keluar mencuat. Muncul tekad untuk melawan keadaan. Daya kreatif mereka menggelegak.
Kemudian mereka mulai melakukan sesuatu. Mereka mulai membuat sesuatu. Sesuatu yang baru. Karya-karya baru. Mereka terus bergerak. Mereka terus membuat gerakan-gerakan. "Gerakan" baru.
Perubahan, pembaruan dan kebaruan dalam seni tidak akan terjadi jika para seniman dimanjakan dan dinina-bobokkan oleh rasa puas dan rasa nyaman. Apalagi dibutakan oleh rasa tidak peduli.
Para seniman harus mengenal dan mewaspadai penyebab rasa tersebut. Para seniman wajib mengenal dan mewaspadai "pembunuh" kreativitas. Dan itu harus dilawan!
-
ydb, washington dc, 26april2016
jaga bara!
-
7777777

Ekspresi dan Teknik dalam Seni

7777777
-
Dalam seni, kedudukan Ekspresi dan Teknik tidaklah sama.
Ekspresi adalah majikan. Teknik adalah pelayan.
Teknik melayani Ekspresi sesuai dengan kebutuhan Ekspresi. Ekspresi hanya menghendaki Teknik yang pas.
Teknik bisa rumit dan canggih, tapi bisa juga sangat sederhana dan elementer, tergantung kebutuhan dan kehendak Ekspresi.
Karya seni yang bagus juga dapat dibuat dengan Teknik yang sederhana. Tanpa Ekspresi yang bagus, Teknik yang rumit dan canggih tidak akan membuat karya seni otomatis menjadi bagus.
Seni bukanlah "Teknik Ketok".
-
ydb, washington dc, 23april2016
jaga bara!
-
7777777

Sajak biarkanlah

7777777
-
matahari terbit
matahari terbenam
bayi menangis
anjing menggonggong
biarkanlah
ah
ydb, washington dc, 22april2016
jaga bara!
-
7777777

Sajak rarara

7777777
-
semakin ditambah semakin berkurang
semakin diisi semakin kosong
semakin riuh semakin hampa
rarara
-
ydb, washington dc, 21.4.2016
jaga bara!
-
7777777

Wednesday, April 20, 2016

Hubungan Kita Dengan Karya Seni

7777777
-
Ada kesamaan antara hubungan kita dengan karya seni dan hubungan kita dengan orang lain, yakni ada yang perlu dipertahankan dan ada pula yang tidak.
Selama kita hidup, begitu banyak kita melihat dan mengenal orang. Namun orang yang benar-benar dekat dengan kita jumlahnya tidaklah banyak. Boleh dikata sangat sedikit. Dengan yang sedikit ini, kita ingin mempertahankan hubungan tersebut selamanya. Dengan orang-orang lain selebihnya, hubungan kita tidaklah begitu dalam. Biasa-biasa saja. Ada yang perlu dipertahankan dan bahkan ada pula yang tidak perlu dipertahankan sama-sekali, tidak peduli apakah orang-orang ini orang-orang "besar", berkedudukan tinggi, kaya, terkenal, dan lain sebagainya. Ada hubungan-hubungan yang membesarkan dan menumbuhkan hati dan jiwa, ada pula hubungan-hubungan yang sama-sekali tidak melekat di hati. Bahkan ada pula hubungan-hubungan yang sia-sia, membuang-buang waktu, dan meracun jiwa. Tapi begitulah kenyataannya. Begitulah hidup.
Begitu pula hubungan kita dengan karya seni.
Selama kita hidup, begitu banyak kita melihat karya seni. Namun karya seni yang benar-benar dekat ke hati kita tidaklah banyak jumlahnya. Dengan yang sedikit ini, kita ingin mempertahankan hubungan kita karena karya-karya tersebut membesarkan dan menumbuhkan hati dan jiwa kita. Kita ingin melihatnya berulang-ulang dan merenunginya. Hubungan kita dengan karya-karya ini spesial. Karya-karya ini bagaikan makhluk hidup, dan kita menjalin hubungan dan pertemanan yang istimewa dengan mereka.
Dengan karya-karya seni selebihnya, hubungan kita tidaklah begitu dalam. Bahkan ada yang sangat dangkal, tidak peduli apakah karya-karya tersebut dibuat oleh seniman-seniman sangat terkenal, dipajang di museum-museum besar dunia, sangat mahal harganya, dan lain sebagainya. Ya, banyak karya seni yang dilihat sekali saja rasanya sudah cukup, tidak perlu dilihat kembali.
Seperti dengan orang lain, kedekatan kita dengan karya seni juga sangat pribadi sifatnya. Tapi begitulah kenyataannya. Begitulah hidup.
-
ydb, washington dc, 20april2016
jaga bara!
-
7777777

Monday, April 11, 2016

Tentang Karya Seni Rupa Indonesia

7777777
-
Ada sebenarnya yg hendak kukatakan tentang kelebihan Indonesia, yang tidak terlalu tampak dalam karya seni seniman-seniman kontemporer kita.
Untuk mudahnya, coba bayangkan candi Borobudur. Kebanyakan karya-karya seniman kontemporer kita masih terikat bergelut membicarakan hal-hal seperti yang tergambarkan di bagian terbawah relief candi itu. Belum banyak yang naik ke bagian atas. Cerita mereka masih berputar pada apa-apa yang dilakukan oleh para penghuni "neraka"...perbuatan-perbuatan “orang-orang jaman jahiliyah". Jaman kekelaman atau ignorance. Terlalu banyak fokusnya ke sana. Mereka terlalu terikat dan mendekam di sana. Mereka belum mau melepaskan diri dari hal-hal itu.
Salah satu kelebihan terkuat Indonesia adalah (sebenarnya) negara ini diisi oleh para penyembah (Tuhan). Tapi kenyataan ini tidak banyak tampak dalam karya-karya seniman kita. Padahal kekuatan ini adalah salah satu ciri khas terhebat jati diri Indonesia...dan bisa ditunjukkan kepada dunia.
Secara umum, semua orang, semua seniman adalah penyembah, tapi yang membedakan mereka adalah "apa yang disembah”.
Silahkan sebut beberapa nama, lalu lihat isi dan visual karya-karya mereka. Lalu tanya....kira-kira apa yang mereka sembah. Apa kira-kira yang mereka perjuangkan...oleh si A...si B....si C...dst.
Akibatnya banyak karya-karya seniman kita isi dan visualnya mirip dengan karya seniman-seniman luar Indonesia...dimana mereka "menyembah" sesuatu yang berbeda dari yang kita sembah. Tapi kita "menjiplak" karya-karya mereka. Ini menyebabkan kita kehilangan jati diri dalam karya-karya kita.
Pendek kata, modal kita hebat . Kitanya yang harus "kembali" mengambil dan menggunakannya dalam karya kita. Dan kita harus naik jenjang ke bagian lebih tinggi dari "Borobudur" itu.
Janganlah berlama-lama terpaku pada: kekerasan, kesangaran, kegarangan, luka, kesedihan, kevulgaran....dlsb.....segala yang negatif.*
-
ydb, washington dc, 10april2016
jaga bara!
-
*catatan: Ini adalah ungkapan dan pemikiran spontan yang aku sampaikan dalam percakapan di inbox Facebook dengan seorang kawan pada 21 Maret 2016 lalu. Aku ingin membaginya kepada teman-teman. Mudah-mudahan berguna.
-
7777777